Pages

feature content slider

Powered by Blogger.

Pages - Menu

Popular Posts

Arsip Blog

Blogger templates

[gudang-ilmu] Artikel: Sikap Atasan Yang Paling Tidak Disukai Bawahannya

 

Artikel: Sikap Atasan Yang Paling Tidak Disukai Bawahannya
 
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
 
Kita sering mengira hanya bawahan yang sangat ingin sekali untuk disukai oleh atasannya. Faktanya, setiap atasan pun ingin disukai oleh bawahannya. Disukai, tidak berarti semua bawahan mengagung-agungkan, memuji-muji, atau hal-hal superficial lainnya. Secara esensi, disukai bawahan lebih bermakna pengakuan dalam hati bawahan bahwa atasannya sudah menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Jadi, meskipun mereka sering protes, misalnya; mereka tetap mengakui bahwa kita adalah atasan yang baik. Apakah Anda sudah menjadi atasan seperti itu?
 
Dalam artikel sebelumnya, saya sudah membahas 5 hal yang diharapkan oleh bawahan dari atasannya. Semoga artikel itu bisa membantu Anda untuk memperindah kualitas kepemimpinan Anda. Sekarang, ijinkan saya berbagi hasil pengamatan tentang 5 hal yang menyebabkan bawahan sebel sekali kepada atasannya. Menghindarinya akan meningkatkan efektivitas kepimimpinan seorang atasan. Berikut ini uraiannya.
 
1.      Sok kuasa. Setinggi apapun jabatan seseorang, jika hal itu hanya menyebabkannya sok kuasa maka dia hanya akan mendapatkan cemoohan 'tidak terdengar' dari orang-orang yang dipimpinnya. Mengapa? Karena tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang menyukai orang-orang sok kuasa. Oleh para 'licker' sikap sok kuasa atasan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan mereka sendiri, sehingga akan memperburuk suasana. Mereka yang pandai mencari muka atasan berebut untuk mendekat, sedangkan mereka yang benar-benar professional akan semakin tersisih. Atasan yang sok kuasa, jarang yang mampu untuk membangun kinerja team secara optimal.
 
2.      Tidak sejalan antara kata dan perbuatan. Apa yang bisa dipegang dari seorang manusia selain kata-katanya? Maka setiap kata yang diucapkan oleh seorang atasan adalah jaminan dari perilaku dan tindakannya. Sikap plin-plan, sangat membingungkan bawahan. Kebiasaan untuk 'menelan ludah sendiri', menyebabkan hilangnya kepercayaan dari bawahan. Menyuruh bawahan berdisiplin sedangkan dirinya sendiri bertindak sesuka hati, sangat menyebalkan bagi bawahan.
 
3.      Melempar tanggungjawab kepada bawahan. Fungsi atasan adalah untuk memastikan bahwa setiap orang yang ada dalam unit kerja yang dipimpinnya dapat menjalankan perannya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, maka kewajiban atasan untuk mengambil tanggungjawab; lalu mengambil langkah-langkah perbaikan. Selain menandakan ketidakmampuan dalam memimpin, melempar tanggungjawab juga sangat melukai perasaan bawahan. Makanya, atasan yang seperti itu   sangat dibenci oleh bawahan.
 
4.      Mengklaim keberhasilan team sebagai prestasi pribadinya. Tidak ada prestasi tinggi yang kita buat sendirian. Pasti ada kontribusi orang lain dalam setiap pencapaian tinggi yang kita raih. Apalagi jika kita berada pada posisi yang tinggi; pastilah orang-orang yang kita pimpin lebih banyak bekerja daripada kita. Memang benar, ada kontribusi kepemimpinan kita yang menyebabkan mereka bekerja dengan baik. Namun, kepemimpinan sama sekali tidak memiliki makna tanpa mereka yang kita pimpin. Jadi, mengklaim pencapaian team seolah-olah prestasi atasan semata sungguh berlawanan dengan logika maupun hati nurani.
 
5.      Sering menghilang, pada saat seharusnya berada di tempat. Memang benar, kinerja bagus bawahan tanpa kehadiran atasan menunjukkan efektivitas kepemimpinan. Tetapi, jika atasan sering menghilang pada saat seharusnya mereka ada; memperlihatkan adanya masalah dalam kepemimpinan. Jika berada di luar kantor pada jam kerja, maka seharusnya itu untuk urusan dan kepentingan kantor juga. Berada dimanapun tetap tepat, jika seorang atasan focus kepada tugas-tugas yang harus diembannya sebagai seorang pemimpin.
 
Kematangan kepemimpinan seseorang bukanlah status yang statis, melainkan sebuah proses dinamis yang berjalan dari waktu ke waktu. Satu hal yang berlaku secara universal; atasan yang baik itu, pasti dihormati dan disegani oleh bawahannya.
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman  - 19 Mei 2011
Book Author & Master Trainer Natural Intelligence
http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/
Contact person in-house training: Ms. Vivi - 0812 1040 3327
 
Catatan Kaki:
Salah satu penyebab mengapa seorang atasan 'tidak dianggap' oleh bawahan adalah karena dia tidak berperilaku sesuai norma dan nilai-nilai yang berlaku secara universal.
 
Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain.
 
Follo DK twitter@dangkadarusman

Follow DK on Twitter @dangkadarusman

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul [gudang-ilmu] Artikel: Sikap Atasan Yang Paling Tidak Disukai Bawahannya. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tempat-belajar-bisnis-online.blogspot.com/2011/05/gudang-ilmu-artikel-sikap-atasan-yang.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Andriansyah - Wednesday, May 18, 2011

Belum ada komentar untuk "[gudang-ilmu] Artikel: Sikap Atasan Yang Paling Tidak Disukai Bawahannya"

Post a Comment

Blogger news