Pages

feature content slider

Powered by Blogger.

Pages - Menu

Popular Posts

Blogger templates

[gudang-ilmu] Artikel:  Buku Me Too-nya Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya

[gudang-ilmu] Artikel: Buku Me Too-nya Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya

 

Artikel:  Buku Me Too-nya Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya  
                                                        
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Pernahkah Anda membaca buku yang sebagian besar isinya merupakan copy-paste dari buku-buku lain yang pernah Anda baca sebelumnya? Tentu kurang mengasyikan membaca buku seperti itu. Apalagi jika sang penulis buku tidak secara legowo menyatakan bahwa buku itu mengambil bagian-bagian atau nukilan-nukilan penting dari buku lainnya. Kira-kira, apa kata yang tepat untuk menamakan buku seperti itu ya?  Apakah kata 'me too' cocok untuk menyebutnya?
 
Kemarin, saya baru kembali ke kamar hotel sekitar jam 6 sore setelah memfasilitasi program Train The Trainers untuk para leaders dan trainers di sebuah perusahaan klien saya di Surabaya. Setelah beristirahat sejenak, saya membuka email. Dalam inbox saya ada satu email yang subjeknya sangat menarik perhatian. Ketika membukanya, saya membaca seseorang menuliskan kalimat ini:"Itu mah buku me-toonya cacing...."
 
Ketika pertama membacanya, saya belum terlampau 'dong'. Namun, sebagai seorang penulis buku saya tergelitik; mengapa saya sampai menerima pesan seperti itu? Setelah saya runut, ternyata kalimat itu merujuk kepada buku-buku saya dalam seri Natural Intelligence. Ooh, rupanya yang dimaksud buku me too-nya si cacing oleh beliau itu adalah buku saya. Dalam serial Natural Intelligence saya sudah terbit 3 judul buku yaitu; #1. Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk. #2. Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja, dan #3. Ternyata Semutnya Ada Di Sini.
 
Bagi saya, komentar beliau itu memiliki dua kemungkinan tujuan. Kemungkinan pertama, beliau ingin mengingatkan saya sebagai penulis buku untuk tidak hanya sekedar mampu meniru buku lain apalagi menjiplak isi buku orang lain. Seolah beliau mengingatkan, sebagai orang Indonesia, saya harus mampu menulis buku yang benar-benar merupakan hasil pemikiran dan kreasi saya. Jangan hanya bisa meniru buku lain belaka. Jangan sekedar mencomot paragraf-paragraf menarik dari buku-buku lain yang orisinil. Sungguh sebuah nasihat yang patut untuk dijadikan anutan.
 
Kemudian saya mencoba merenungi kembali; apakah benar ketika menulis buku-buku itu saya hendak menjadikannya sebagai me too-nya buku Si Cacing? Dari falsh back itu kemudian saya mendapati beberapa fakta ini;
 
Fakta kesatu, Ketiga buku saya itu ditulis dengan genre yang sama dengan buku pertama saya yang diterbitkan dalam bahasa Inggris melalui sebuah penerbit di Kanada dengan judul "Yee-Haw! What A New Day!!!" Judul itu adalah terjemahan kedalam bahasa Inggris dari semboyan penyemangat pribadi saya "Hore! Hari Baru!!!". Dan buku itu terbit pada tahun 2004, serta terdaftar di The US Library of Congress. Saya tidak tahu apakah Si Cacing sudah terbit pada tahun 2004. Versi bahasa Indonesia buku itu kemudian terbit di Indonesia dengan judul "Belajar Sukses Kepada Alam." pada tahun 2005. Saya juga tidak tahu, apakah Si Cacing sudah terbit pada tahun 2005 atau belum.
 
Fakta kedua, sebagian besar kandungan dalam ketiga buku terbaru saya itu (terutama #1 dan #2) merupakan 'revisi' dari artikel-artikel saya yang telah dipublikasikan dalam blog www.dadangkadarusman.com dan milist-milist yang saya ikuti.
 
Fakta ketiga, Judul yang digunakan dalam buku-buku saya bukan sekedar judul yang tidak relevan dengan isinya. Misalnya, buku pertama saya berjudul "Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk," dan isinya pun memang mengupas tentang keteladanan dan pelajaran filosofis dari seekor nyamuk untuk kebaikan kehidupan manusia. Buku kedua berjudul "Ketika Kuda, Semut Dan Gajah" dan buku ketiga "Ternyata Semutnya Ada Di Sini." Isi buku itu memang tentang binatang-binatang itu.  Sampai sekarang saya belum pernah membaca isi buku Si Cacing sehingga sangat sulit bagi saya untuk menirunya karena bahkan saya tidak mengetahui apa isi buku 'yang saya harus tiru itu'.
 
Kemungkinan kedua, beliau yang menilai bahwa ketiga buku terbaru saya sebagai 'me too-nya Si Cacing' itu  mungkin ingin menegaskan bahwa orang Indonesia pun ternyata bisa menulis buku yang layak untuk disejajarkan dengan hasil karya penulis-penulis asing. Duh, mungkin ini maksud beliau. Atau sekedar saya yang ke-GR-an. Apapun itu, ijinkan saya untuk menyampaikan bahwa saya ini orang biasa yang belum sampai kepada kaliber setinggi itu. Saya masih sedang belajar karena masih begitu banyak hal yang belum mampu saya lakukan.
 
Saya tidak tahu, kemungkinan yang mana yang dimaksudkan oleh beliau yang menilai itu. Namun, saya mengundang beliau untuk membaca ketiga isi buku saya sampai tuntas. Setelah selesai membacanya, saya yakin beliau bisa memutuskan; Benarkah penilaiannya bahwa ketiga buku saya itu merupakan me too-nya Si Cacing?
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Leadership & People Development Training
www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusman.com
 
Catatan Kaki:
Sudah saatnya para penulis buku di Indonesia mengeksplorasi pemikiran-pemikiran original mereka sekaligus melepaskan diri dari pengaruh dominan buku-buku asing. Dan sudah saatnya para pembaca buku di Indonesia untuk membuka mata bahwa banyak buku bermutu yang ditulis oleh orang Indonesia tanpa kutipan dari buku-buku asing.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul "Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan kunjungi petunjuknya di www.bukudadang.com  

--------------------------------
Buku-buku terbaru Dadang Kadarusman sudah tersedia di toko buku atau bisa dipesan di http://www.bukudadang.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Artikel:  Membaca Buku Yang Dihadiahi Taburan Pahala

[gudang-ilmu] Artikel: Membaca Buku Yang Dihadiahi Taburan Pahala

 

Artikel:  Membaca Buku Yang Dihadiahi Taburan Pahala  
                                                        
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Buku apa yang paling sering Anda baca? Jika Anda penggemar novel, tentu Anda sangat senang membaca novel. Sedangkan bagi orang-orang yang gemar mencari penyemangat diri, buku-buku motivatif dan inspiratif tentu menjadi pilihan mereka. Ketika membaca buku, kita mendapatkan kepuasan dengan cara kita masing-masing. Tetapi, tahukah Anda bahwa ada jenis buku tertentu yang hanya dengan membacanya saja kita mendapatkan hadiah berupa pahala? Yang pasti, buku yang dimaksud bukanlah dari jenis buku-buku seperti yang saya karang selama ini. Lantas apakah gerangan jenis buku itu?
 
Saya yakin Anda sudah mengetahui jawabannya. Dan Anda benar. Buku yang pahala membacanya sangat tinggi adalah buku yang diturunkan oleh Tuhan. Alias buku yang berisi petunjuk Tuhan bagi manusia agar bisa menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan penciptaan dirinya. Itulah buku berisi wahyu yang Tuhan firmankan melalui para Nabi yang dipilih oleh Tuhan sendiri. Kita percaya bahwa Tuhan itu suci. Dia menghendaki setiap manusia untuk juga menjaga kesucian dirinya dengan perilaku dan tindak tanduk yang juga suci. Oleh karena itu pula, kita percaya bahwa buku yang berisi tuntunan Tuhan itu adalah buku suci.
 
Saya sering merasa aneh kepada diri sendiri. Sebagai seorang pribadi yang meyakini keberadaan Tuhan, saya sering malas untuk membaca buku suci yang berisi wahyu Tuhan. Keasyikan saya membaca buku-buku lain seperti novel, managemen, self-help dan sebangsanya itu jauh melampaui kegandrungan saya membaca buku suci. Setiap hari, saya hanya sanggup membaca rata-rata 2 'ain saja. Jarang sekali lebih dari itu. Bahkan masih banyak hari-hari yang terlewatkan tanpa membaca buku suci.
 
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah secara konsisten membaca buku suci yang Anda yakini? Saya tidak memiliki kepentingan untuk mempermasalahkan apa buku suci Anda. Jika Anda adalah orang yang percaya bahwa Tuhan itu satu dan hanya satu, maka itu berarti bahwa Tuhan Anda dan Tuhan saya sama. Dan faktanya, kita tidak bisa melarikan diri kepada Tuhan manapun selain kepada Tuhan yang satu itu. Kalaupun untuk satu atau lain alasan kita tidak menuhankan Dzat yang sama, maka itupun bukan urusan saya. Sama sekali tidak ada alasan bagi kita untuk saling berselisih. Biarlah itu menjadi urusan Tuhan. Jika memang Tuhan kita berbeda, maka biarlah Tuhan kita menyelesaikan masalahnya sendiri. Apalagi jika ternyata Tuhan kita sama, maka semua urusan akan selesai antara saya dengan Dia. Dan antara Anda dengan Dia. Peace.
 
Saya meyakini bahwa buku suci yang saya imani berisi wahyu yang benar-benar berasal dari Tuhan. Bukan rekaan manusia. Bukan pula buatan para ahli sastra. Apalagi sekedar pelintiran pemikiran para politisi agama. Tentu Anda juga memiliki keyakinan yang sama bahwa buku suci Anda benar-benar berisi wahyu dari Tuhan. Maka tidak ada yang berhak untuk mengganggu keyakinan kita atas buku suci itu. Baik keyakinan Anda kepada buku suci Anda. Maupun keyakinan saya kepada buku suci saya. Tetapi, tahukah Anda; mengapa Tuhan memberi pahala kepada orang yang berkenan membaca buku suci yang berisi wahyu-Nya?
 
Beberapa hari yang lalu, saya berbincang dengan seorang famili yang menyampaikan pesan dari salah seorang sesepuh di keluarga kami. Beliau ini membaca buku-buku yang saya tulis. Rupanya beliau sudah selesai membaca semua buku karangan saya. Meski merasa risih, saya bahagia sekali. Apalagi dengan embel-embel pujian terhadap isinya yang katanya berbobot tinggi, menyentuh, dan bisa menginspirasi pembacanya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Boleh jadi, apa yang beliau katakan itu lebih dimaksudkan untuk menyemangati saya daripada menilai isi buku yang sesungguhnya. Tapi, saya senaaaaaaang sekali mendengarnya. Sekarang, saya menjadi tahu; mengapa Tuhan begitu senang kepada seorang hamba yang membaca buku suci-Nya. Maka tidak heran jika Tuhan memberinya pahala. Jika orang itu memuliakannya, maka Tuhan pun memuliakan orang itu.
 
Oleh sebab itu, tidak ada buku lain yang dengan membacanya saja kita mendapatkan pahala yang begitu banyak selain membaca buku suci. Sebab, ketika kita membaca buku suci yang berisi wahyu Tuhan, maka kita tahu apa yang Tuhan inginkan. Lalu kita menjalani hidup kita persis seperti yang Tuhan ingin kita menjalaninya. Maka dengan cara itu, kita bisa menjadi pribadi yang patuh kepada Tuhan. Inilah tantangan berat berikutnya bagi saya. Kelemahan saya sebagai manusia sering mengurangi kemampuan saya untuk menjalankan firman Tuhan yang tertera didalam buku suci itu. Jadi, Anda tidak perlu terkejut jika suatu ketika nanti memergoki perilaku dan tindak tanduk saya tidak mencerminkan isi dan tuntunan Tuhan dalam buku suci itu. Jika Anda ingin menilai, hendaknya Anda melihat itu sebagai kesalahan saya. Bukan kesalahan tuntunan Tuhan dalam buku suci itu. Sebab buruknya perilaku saya bukanlah cerminan buruknya petunjuk Tuhan dalam buku suci yang saya baca.  
 
Sekarang saya mulai faham, mengapa saat menjelang wafat Rasulullah salallaahu 'alaihi wasallaam mewasiatkan tentang warisan yang hendak ditinggalkannya. Warisan itu bukan emas atau harta maupun permata. Melainkan buku suci yang berisi firman Tuhan. Sampai hari ini, buku suci itu tetap terjaga sehingga tidak pernah ada yang berani mengubah isinya. Sungguh, buku suci itu mengajak manusia untuk hanya menyembah Tuhan. Sesuatu yang sama sekali tidak berlebihan, karena kenyataannya; tidak ada yang berkuasa atas hidup dan mati kita selain Tuhan. Tidak ada raja yang lebih berkuasa selain Tuhan. Maka ketika buku suci itu mengajak kita untuk hanya menyembah Tuhan, baik jasad kasar maupun ruh halus kita sesungguhnya sangat mengerti dan menerima serta tunduk kepada ajakannya. Tetapi, mengapa kadang kita enggan melakukannya sehingga kita masih sibuk mencari tuhan-tuhan yang lain? Mungkin karena kita lebih suka mengikuti nafsu kesombongan dan ego serta dengki yang
bersembunyi didalam hati kita daripada mengikuti fitrah Tuhan.
 
Dalam buku suci yang diwariskan Rasulullah itu juga secara gamblang dijelaskan bahwa; wahyu Tuhan yang dirangkum didalamnya membenarkan wahyu-wahyu Tuhan yang telah difirmankan-Nya kepada Nabi-Nabi suci lain yang diutus sebelumnya. Buku suci itu membenarkan ajaran Nabi Ibrahim. Menjadi saksi kesalihan Nabi Ismail, dan mengisahkan kepatuhan Nabi Ya'kub. Buku suci itu juga menjadi penegas atas wahyu yang disampaikan oleh Nabi Musa, serta mencatatkan kemurnian tauhid yang diajarkan oleh Nabi Isa kepada para pengikutnya yang setia. Betapa dalam buku suci itu dikatakan bahwa semua Nabi yang telah diutus Tuhan itu berada dalam naungan-Nya. Mereka bersaudara disisi Tuhan. Mereka saling merelakan disisi Tuhan. Dan mereka mengajak umat manusia untuk tunduk patuh dan berserah diri hanya kepada-Nya. Hanya kepada-Nya saja.
 
Sekarang, saya juga mulai faham; mengapa orang-orang yang membaca dan mengerti isi buku sucinya bersedia tunduk kepada keputusan Tuhan. Karena buku suci menjelaskan segala hal yang mencakup kehidupan umat manusia. Didalamnya, ada peraturan Tuhan tentang tata cara berbisnis. Tentang cara berbicara. Tentang cara memperlakukan tetangga. Bayangkan, Tuhan mengatur tentang tetangga dalam buku sucinya. Tentang tanggungjawab pribadi bahwa; amalmu adalah untukmu, sedangkan amalku untukku. Tidak mungkin tertukar. Dalam buku suci itu ditegaskan bahwa setiap orang bertanggungjawab atas pilihan hidup yang diambilnya. Sehingga tidak relevan jika saya mencampuri keputusan orang lain lebih dari sekedar saling mengingatkan.
 
Jika Anda pernah membaca buku-buku saya, maka ijinkan saya untuk mengucapkan terimakasih. Namun, ijinkan pula saya untuk secara terbuka mengatakan kepada Anda bahwa; buku-buku saya itu tidak memiliki nilai apa-apa. Kebenaran yang ada didalamnya sangat nisbi alias lemah dan relatif. Jika Anda ingin membaca buku terbaik yang berisi sebenar-benarnya inspirasi; maka bukan buku saya pilihannya. Melainkan buku berisi firman yang Tuhan wahyukan kepada Nabi-Nabi sucinya. Itulah buku suci milik Tuhan. Buku yang bukan manusia pengarangnya. Anda, pasti memiliki buku suci seperti itu. Maka bacalah. Dan bagi saya pribadi, buku suci itu adalah Al-Qur'an.
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Leadership & People Development Training
www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusman.com
 
Catatan Kaki:
Salah satu alasan mengapa kita menyebutnya kitab suci adalah karena kita meyakini bahwa dia berisi firman Tuhan. Kalimat-kalimat Tuhan dalam wahyu kepada Nabi-Nabinya. Maka memuliakannya, adalah bagian dari memuliakan Tuhan.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul "Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan kunjungi petunjuknya di www.bukudadang.com  

--------------------------------
Buku-buku terbaru Dadang Kadarusman sudah tersedia di toko buku atau bisa dipesan di http://www.bukudadang.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

[gudang-ilmu] Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

 

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin
JelajahBudaya.com didirikan tiga tahun lalu oleh anak-anak muda di Malang dengan
maksud untuk menjelajah kebudayaan, membicarakan yang ada di pinggiran dan
mengangkatnya ke permukaan. Namun kami hanya berhasil menyajikan beberapa edisi
saja, setelah itu sungguh-sungguh kami tersiksa dalam kenyataan "hidup segan
mati tak mau."
Setelah lama kehilangan gairah untuk menulis di JelajahBudaya.com, akhir bulan
puasa ini, kami kembali ingin menghadirkan JelajahBudaya.com kepada Anda dengan
beragam topik. Kehendak untuk membicarakan yang ada di pinggiran tetap
diakomodasi –sebagai niat dasar kami mendirikan JelajahBudaya.com– tanpa
mengesampingkan beragam topik lain yang ingin diangkat secara random. Berbagai
artikel khususnya di bulan-bulan pertama kebangkitan kami ini akan Anda lihat
tampil secara manasuka alias arbitrary. Itulah konsekuensi blog yang dikerjakan
bersama-sama, walau tetap saja kami merasa harus mengoordinasikan para penulis
tersebut termasuk juga menulis editorial ini, layaknya sebuah majalah 'beneran',
untuk pembaca.
JelajahBudaya.com kini bukan lagi 'seperti' Majalah Kebudayaan Online dengan
satu pintu keredaksian, melainkan dikerjakan bersama-sama dengan beragam penulis
dengan beragam topik. Kami belum tahu betul apakah pilihan seperti ini akan bisa
membawa JelajahBudaya.com bermanfaat buat masyarakat, buat Anda semua, tapi
setidaknya pilihan seperti inilah yang paling rasional bisa kami kerjakan. Agar
kami tidak lagi hidup dalam peribahasa, "hidup segan mati tak mau."
Karena itulah, agar penyajian kami bisa tetap berada dalam real kualitas dan
bermanfaat buat masyarakat, kritik dan saran, masukan positif kami nantikan.
Tak lupa, mengakhiri pesta Ramadlan 2010 ini, seluruh awak redaksi dan penulis
JelajahBudaya.com mengucapkan "Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin."
Redaksi JelajahBudaya.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
MARKETPLACE

Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___
[gudang-ilmu] File - Salam Kenal dari Owner Gudang Ilmu

[gudang-ilmu] File - Salam Kenal dari Owner Gudang Ilmu

 


From : Mufli (Moderator Gudang-Ilmu)

Hello Kawan,

Terima kasih telah bergabung di milinglist GUDANG-ILMU
yang saya kelola. Melalui milinglist ini saya persembahkan
untuk anda semua berbagi ilmu untuk pemberdayaan bersama.
Saya undang anda berpartisi aktif, dengan mengirimkan
artikel, komentar, tips yang bermanfaat, serta jangan lupa
tetap mematuhi aturan main yang saya jelaskan di bagian
depan halaman description milinglist Gudang-Ilmu:
http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu

Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru dari saya langsung
ke email Anda, silahkan set EMAIL DELIVERY anda sebagai INDIVIDUAL,
atau setidaknya SPECIAL NOTICE.

Oya, salam kenal lebih dekat :)
Saya Mufli, tinggal di Jalan Merak 6/44 Rewwin, Sidoarjo
Indonesia. Saya banyak mengelola situs online, yg umumnya
merupakan support system untuk bisnis, training dan publikasi.

Thank you rekans :)

Best Regards

Mufli
Moderator, Gudang-Ilmu

Bila Anda ingin mengundang teman untuk join milinglist ini,
Silahkan copy undangan berikut ini, silahkan ganti informasi
tentang Anda di bagian akhir (Salam), lalu kirimkan undangan
kepada kawan-kawan Anda.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Subject: Undangan Join Gudang-Ilmu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hi kawan,

Ilmu bukanlah yg nomor satu,
bahkan percuma tanpa dibawa dalam tindakan.
Dengan ilmu dan hasrat yang menggebu,
banyak orang berjaya dan bermakna untuk sekitarnya.
Ilmu tentang bisnis internet, cara membangun team,
security online, forex, adsense, network marketing,
business broker, franchising, autosurf, serta juga
home based business, affiliate program, reseller,
dan sebagainya dengan cemerlang dapat ANDA dipaparkan
di forum ini, saya undang anda para pakar dan
praktisioner yang komptens.

JOIN US NOW, Semoga hanya yang terbaik buat Anda !

Cara bergabung adalah dengan mengirimkan email kosong
alamat ini:

gudang-ilmu-subscribe@yahoogroups.com

Atau silahkan berkunjung ke sini:

http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu

Salam sukses paling sukses buat Anda.

Thanks Again.



__._,_.___
Recent Activity:
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___
[gudang-ilmu] File - Indonesia Online Ribuan anak bangsa ada di sini

[gudang-ilmu] File - Indonesia Online Ribuan anak bangsa ada di sini

 


Indonesia Online, Ribuan anak bangsa ada di sini

Media komunikasi online anak bangsa baik di Indonesia maupun di manca negera, dimanapun Anda berada. Silahkan ngobrol di sini, bebas dan tetap sopan tentunya. Selalu Posting dengan LENGKAP sebutkan DENGAN JELAS identitas anda (Nama, web/blog, boleh HP) dalam setiap bagian akhir posting. Dilarang: beriklan langsung kecuali di bagian footer email anda, maksimum 3 baris. Tidak diperkenankan: posting yang vulgar, argumentatif, sara, menyinggung privacy member lain, atau posting yang berulang-ulang, atau yang bertendensi iklan berlebihan. Semoga Milinglist ini dapat membuat kita bersama semakin berdaya.

Join us now: http://groups.yahoo.com/group/indonesia-online

Best regards
Indonesia-Online Moderator

__._,_.___
Recent Activity:
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Artikel:  Mengapa Kita Tidak Merasa Sedang Melakukan Keburukan?

[gudang-ilmu] Artikel: Mengapa Kita Tidak Merasa Sedang Melakukan Keburukan?

 

Artikel:  Mengapa Kita Tidak Merasa Sedang Melakukan Keburukan? 
 
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Tidak punya hati. Begitu biasanya kita menyebut orang-orang yang tega melakukan sesuatu yang melampaui batas. Nyaris setiap hari, di televisi dan media masa lainnya kita menyaksikan orang-orang saling berdebat membela diri. Para pengacara ngeyel soal ketidakterlibatan kliennya. Kita sangat jarang mendengar seseorang yang bersalah secara jantan mengatakan;"Benar, saya telah mengambil sesuatu yang bukan hak saya." Bahkan saat berbohong, keseluruhan bahasa tubuhnya seolah mengatakan bahwa itulah kebenaran yang sesungguhnya. Mengapa bisa begitu ya?
 
Salah satu mata pelajaran yang saya sukai ketika bersekolah adalah tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Khususnya, tentang bagaimana tubuh melakukan metabolisme di tingkat selular sehingga setiap sel didalam tubuh kita bisa hidup. Anda tentu masih ingat bahwa setiap makanan yang kita telan mengalami proses digesti dalam saluran cerna. Setelah dicerna, kemudian saripati makanan masuk ke dalam usus kecil atau intestin. Sedangkan usus 12 jari adalah tempat utama dimana proses penyerapan sari makanan melalui vili-vili terjadi. Sari makanan menembus membran sel vili untuk kemudian dilarutkan dalam darah.
 
Jika proses itu kita sederhanakan, darah yang sudah berisi sari makanan itu mengalir menuju ke jantung. Lalu jantung berkontraksi hingga darah mengalir sampai ke pembuluh kapiler. Pembuluh darah di perifer ini memiliki kemampuan untuk melepaskan sari-sari makanan dan memberikannya kepada setiap sel yang dilintasinya. Kira-kira mirip dengan tukang koran yang melemparkan korannya ke depan pintu rumah kita. Setelah itu, sel-sel tubuh mengambil sari makanan, lalu dengan bantuan oksigen memetabolismenya. Proses metabolisme menghasilkan enerji untuk beraktivitas atau material lain untuk tumbuh atau regenerasi sel. Sel hasil regenerasi itu akan menjadi matang, sedangkan sel sebelumnya menjadi tua dan mati. Proses ini berjalan terus menerus sehingga sel-sel dalam tubuh kita merupakan hasil dari segala sesuatu yang kita makan.
 
Jika kita perhatikan, setiap tindakan buruk memiliki 'alasan ekonomi'. Artinya, ada unsur materi yang terlibat. Misalnya, ketika seseorang mencuri, merampok, korupsi atau menipu. Setelah tangan kita mengambil, kemudian kita memakannya. Jadi, setelah tangan, maka organ paling penting yang tercemar berikutnya adalah lidah. Makanya tidak mengherankan jika setelah mengambil sesuatu yang bukan hak kita, maka dosa kita berikutnya adalah 'berbohong'. Mengapa kita berbohong? Karena lidah kita sudah dibentuk dari makanan yang buruk. Makanya, kata-katanya juga menjadi buruk. Semakin banyak kita mengambil, semakin terampil kita berbohong. Semakin sulit untuk mengakui perbuatan buruk kita.
 
Orang bilang, jika kita punya hati nurani maka tidak mungkin bisa berbohong berkali-kali. Itu benar. Ada yang belum saya ceritakan tentang proses peredaran darah itu. Jika Anda membaca literatur, maka Anda akan tahu bahwa setelah menyerap sari makanan di usus halus, darah yang berisi makanan dari nafkah bukan hak kita itu tidak langsung menuju ke jantung. Tidak langsung menuju ke jantung? Iya. Kemana dong jika demikian? Darah itu terlebih dahulu menuju ke hati. Jadi, hati tidak perlu menunggu kiriman dari hasil pompaan jantung untuk mendapatkan darah yang kaya nutrisi. Artinya, hati adalah organ penting pertama yang dikunjungi darah berisi makanan tak halal itu. Jadi, sel-sel baik dalam hati segera diganti oleh sel-sel baru yang tumbuh dari makanan yang buruk. Oleh sebab itu, setelah lidah kita berdusta; selanjutnya hati mengiringi kebohongan-kebohongan yang kita katakan.  Padahal, hati adalah benteng pertahanan terakhir yang bisa menjaga kita dari
perbuatan-perbuatan yang tidak pantas dilakukan.
 
Bisakah Anda membayangkan apa yang terjadi jika 'benteng terakhir' penjaga kebaikan dan keluhuran budi itu sudah tercemar juga? Tentunya kita tidak lagi bisa membedakan antara baik dan buruk. Makanya, kita akan merasa benar meskipun tengah melakukan perbuatan nista. Tapi kan tidak semua perbuatan buruk bermuatan ekonomi. Misalnya? Membolos. Mengkhianati pasangan. Berpura-pura sakit kepada atasan. Mengganggu istri orang lain. Dan sebagainya. Tidak ada faktor ekonomi bukan?
 
Coba perhatikan, biasanya seseorang tidak langsung melakukan perbuatan nista seperti itu. Artinya itu semua itu bukanlah dosa pertama. Dosa pertama manusia biasanya selalu berurusan dengan faktor ekonomi. Jadi mari kita sebut semua hal diatas itu sebagai 'dosa level kedua'. Tanyalah orang-orang yang melakukan tindakan asusila, misalnya; pernahkah dia memakan nafkah tidak halal? Biasanya pernah. Bagaimana melihat kaitan dosa 'level pertama' dengan dosa 'level kedua'?
 
Setelah darah berisi nutrisi tidak berkah itu mencapai jantung, dia dipompa ke sekujur tubuh, bukan? Organ penting apa yang dekat dengan Jantung? Paru-paru. Seluruh sel paru-paru diganti dengan sel-sel dari nafkah buruk. Itulah sebabnya, setiap tarikan nafas kita selalu dipengaruhi oleh perilaku buruk. Selama kita bernafas dengan sel-sel buruk itu, selama itu pula kita hidup dengan spirit yang buruk. Jadi, selama hayat masih dikandung badan; kita akan selamanya bernafas dalam keburukan.
 
Organ penting berikutnya yang dekat ke jantung adalah otak. Tepat ketika darah berisi nutrisi buruk itu menghidupi sel otak, maka pikiran kita pasti cenderung kepada ide dan pemikiran yang buruk. Jangan heran jika setelah sukses melakukan dosa 'level pertama' kita semakin jago untuk merencanakan dosa di 'level-level berikutnya'. Bukankah otak kita sudah dijejali nutrisi yang buruk? Sebentar dulu, bukankah sel otak itu tidak melakukan regenerasi setelah dia mati? Menurut literatur memang begitu. Tetapi, otak itu bekerja dengan energi yang dihasilkan oleh proses metabolisme nafkah tidak berkah. Makanya, dia sangat sulit menghasilkan pemikiran yang positif dan baik. Otak kita semakin cerdas mencari akal untuk melakukan keburukan-keburukan lainnya.
 
Guru mengaji saya pernah mengatakan pesan Nabi bahwa keburukan itu kalau baru sampai kepada niat belum dicatat oleh malaikat sebagai maksiat. Baru menjadi dosa jika sudah dilakukan. Jadi aman, bukan? Aman. Tetapi, coba perhatikan. Dari jantung darah bernutrisi laknat itu dikirim ke sel-sel di tangan dan kaki kita. Kulit kita. Mata kita. Hidung kita. Telinga kita. Seluruh sel didalam tubuh kita. Kira-kira, perilaku dan tindakan seperti apa yang akan dilakukan oleh sekujur tubuh kita jika demikian? Pastilah sekujur tubuh kita akan bersekongkol dengan otak yang sudah menjadi kotor itu agar setiap gagasan buruk itu dapat dilaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Jika sudah demikian, kita tidak ubahnya menjadi seperti monster. Tubuh kita saja yang masih berujud manusia, tapi seluruh daleman sel-selnya sudah tidak lagi memiliki sifat manusiawi. Asalnya dari mana? Dari nafkah tidak berkah yang kita makan.
 
Jadi, sekarang kita mengerti mengapa para pencuri atau ahli korupsi dan pengemplang BLBI bersikeras mengatakan;"Saya tidak melakukannya!" meskipun ada cukup bukti. Karena seluruh sel-sel hidup dalam tubuh yang tumbuh dari nafkah yang buruk tidak memiliki kesadaran lain selain berpikir, barkata, dan bertindak yang buruk-buruk.
 
Ada orang yang ngotot mengatakan; "Dosa pertama saya tidak berkaitan dengan faktor ekonomi. Jadi, saya menjadi orang jahat pasti karena Tuhan salah mendisain sel-sel tubuh saya." Ada yang seperti itu? Ada. Lantas bagaimana caranya kita memahami fenomena itu? Sederhana. Tanyakan kepada Ayah atau Ibu kita; apakah mereka pernah memberi kita makanan dari hasil korupsi, mencuri, menipu atau apapun yang bukan menjadi hak kita?  Setiap manusia itu lahir dalam keadaan suci. Namun, jika setelah lahir kita diberi nutrisi oleh orang tua dengan nafkah yang kotor, maka kesucian itu akan segera berganti. Makanya, tidak mengherankan jika sejak kecil pun kita bisa melakukan perbuatan-perbuatan nista. Oleh sebab itu juga, jika kita korupsi, maka anak dan istri kita akan kompak membela kita. Meskipun logika pembelaan mereka sudah terbalik-balik. Pantaslah jika guru mengaji saya mengatakan bahwa Sang Nabi suci mewanti-wanti agar kita memberi anak dan istri nafkah yang
baik.....
 
Kita tahu bahwa kebenaran tidak bisa bercamur aduk dengan kebatilan. Kabaikan tidak senang berteman dengan keburukan. Ini menjelaskan, mengapa sekujur tubuh kita begitu kompak untuk melakukan kebejatan-kebejatan. Lidah kita terampil berdusta. Mimik wajah kita pandai memasang roman kesungguhan. Dan hati kita, seolah-olah tidak lagi berisi nurani. Karena, sel-sel tubuh yang dibangun dari nutrisi buruk akan dengan suka cita besekongkol dengan gagasan-gagasan buruk, dan tindakan terkutuk. Sebaliknya, beraaaaaaat sekali rasanya untuk berbuat baik. Karena tubuh yang dibangun dengan nafkah yang buruk tidak suka bergaul dengan segala hal yang baik. Persis seperti firman Tuhan melalui Sang Nabi; "....bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan." Semua itu berasal dari hal sepele; memakan makanan yang bukan hak kita.
 
Semoga Tuhan berkenan memaafkan dosa-dosa kita dimasa lalu. Dan memberi kita nafkah yang berkah. Setelah nafkah itu berkah, semoga juga jumlahnya melimpah.
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusman.com
 
Catatan Kaki:
Berpuasa adalah salah satu cara untuk mensucikan sel-sel tubuh kita dari nafkah yang buruk. Karena dalam sahur ada berkah. Dalam buka ada ampunan. Kalau puasanya benar, semoga kita bisa kembali kepada fitrah.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul "Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan kunjungi petunjuknya di www.bukudadang.com  

--------------------------------
Buku-buku terbaru Dadang Kadarusman sudah tersedia di toko buku atau bisa dipesan di http://www.bukudadang.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
MARKETPLACE

Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Artikel:  Saatnya Berkiblat Kepada Kompetensi

[gudang-ilmu] Artikel: Saatnya Berkiblat Kepada Kompetensi

 

Artikel:  Saatnya Berkiblat Kepada Kompetensi 
 
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Saya bertanya-tanya; 'apakah kita bisa menggunakan momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini untuk mulai sungguh-sungguh berkiblat kepada kompetensi'. Artikel saya sebelumnya yang berjudul "Apakah Gelar Seseorang Menentukan Kualitas Dirinya?" mendapatkan tanggapan yang beragam. Baik melalui milis maupun email japri. Pada awalnya, saya mampu merespon tanggapan-tanggapan tersebut satu persatu. Namun, karena banyak diantaranya yang senada, maka saya memutuskan menulis artikel ini untuk merangkumnya, sekaligus merespon kepada semuanya.
 
Salah satu fakta tak terbantahkan adalah bahwa gelar itu penting sekali ketika mengajukan proposal proyek, melamar pekerjaan, atau meyakinkan calon klien untuk jasa konsultasi yang kita tawarkan. Sungguh, ini lho fungsinya gelar kita. Justru pada saat seperti itu kita tidak perlu ragu untuk menggunakannya. Perlihatkan semua yang kita miliki. Karena inilah saatnya jerih payah kita untuk meraih gelar itu membuahkan hasil. Go, and get it!
 
Dalam konteks yang lain, saya masih ingat sebuah forum dimana Tony Robbins menceritakan pengalamannya dihujat oleh orang-orang pintar pemegang gelar PhD dibidang psikologi. Intinya mereka mempertanyakan; 'siapa elo berani-beraninya ngomong soal jiwa manusia?' Respon santai dan urakan Robbins kira-kira begini; "Sebenarnya saya ini seorang PhD psikologi seperti Anda. Bedanya Anda mendapatkannya di bangku kuliah, sedangkan saya memperolehnya dari universitas kehidupan nyata."
 
Dengan pernyataannya, Robbins ingin menyadarkan kita; 'kenapa sih masih harus tanya gelarmu sekeren apa, bukannya kemampuanmu setinggi apa?' Ini benar-benar menohok para pemuja gelar itu. Terlepas dari siapa dan bagaimana sepak terjang Tony, bagi saya ini merupakan salah satu contoh klasik pergulatan soal gelar yang tidak hanya terjadi di Indonesia. Di dunia barat pun demikian. 
 
Setelah membaca beragam tanggapan yang muncul, saya mencoba membuat sebuah peta yang membagi perilaku kita dalam penggunaan gelar ini menjadi 4 kelompok:
 
Pertama, Banyak gelar-tinggi kompetensi. Budaya terbuka dan sifat ekstrovert mendasari munculnya karakter kelompok seperti ini. Jika Anda terbiasa dengan pergaulan atau forum-forum internasional, tentu tidak merasa asing dengan fenomena seperti ini. Sungguh sangat mengasyikan berada ditengah-tengah forum seperti itu. Kita seolah tengah bertamasya di dunia intelektual yang penuh makna. Kita bisa secara leluasa menunjukkan siapa diri kita atau memperlihatkan gelar-gelar kita tanpa ada kekhawatiran dinilai secara negatif. Semakin lama kita bergaul dalam lingkungan seperti ini, semakin termotivasi kita untuk terus meningkatkan diri serta menambah gelar-gelar yang kita miliki.
 
Bahkan, di kalangan ilmuwan yang tulus seperti mereka ini, kita melihat penghargaan yang mencengangkan. Misalnya, mereka tidak segan-segan menyebut koleganya sebagai Professor, padahal orang itu belum dianugerahi gelar professor. Atau, mungkin Anda pernah mendengar ilmuwan-ilmuwan kelas dunia berkata;"Dengan keluasan pengetahuan yang Anda miliki, seharusnya Anda sudah bergelar PhD."
 
Orang-orang yang benar-benar pintar justru sangat mengerti jika tengah berhadapan dengan orang berilmu tinggi lainnya. Dan mereka berani melampaui sekat-sekat sempit bernama sertifikat. Oleh sebab itu, kita sering melihat orang-orang yang bergelar mentereng, DAN berkompetensi tinggi. Saya selalu terpesona oleh keluhuran ilmu sosok orang-orang seperti ini. Saya melihat mereka sebagai orang-orang "Excellent and confident".
 
Kedua, Sedikit gembar gembor gelar-tinggi kompetensi. Sifat menahan diri dan introvert mendasari sikap seperti ini. Banyak orang yang sebenarnya memiliki gelar yang tinggi. Mereka juga mempunyai kompetensi tinggi. Tapi, mereka tidak mengumbar gelarnya. Di kalangan masyarakat timur, kita sering menemukan orang-orang yang seperti ini. Bergaul dengan mereka menjadikan kita sadar bahwa yang paling penting itu adalah kemampuan dan karya yang bisa kita hasilkan, bukan sebutan yang kita sematkan. Bukan pula baju-baju kebesaran yang kita kenakan. Saya pribadi, tidak pernah kehilangan rasa hormat kepada orang-orang seperti ini. Saya melihat mereka sebagai orang-orang "Great and humble".
 
Ketiga, Sedikit gelar-rendah kompetensi. Secara jujur kita bisa melihat orang-orang yang kompetensinya biasa-biasanya saja. Mereka juga tidak terlampau mengagung-agungkan gelar yang dimilikinya. Mereka tidak mengklaim gelar-gelar yang tinggi, apa lagi yang aneh-aneh. Betapa mereka bersedia menerima kenyataan bahwa beginilah diri mereka adanya. Saya tidak pernah kehilangan rasa kagum kepada mereka yang berbesar hati dengan segala kejujuran dan kebersahajaannya. Saya melihat mereka sebagai orang-orang "Realistic".
 
Keempat, Banyak gelar-rendah kompetensi. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak gelar yang bisa dibeli atau ditempel-tempelkan sendiri tanpa memperhitungkan kompetensi. Inilah jadinya jika kita terlampau mengagung-agungkan gelar seseorang. Hal ini berlaku mulai dari gelar ecek-ecek yang dikarang-karang sendiri, sampai kepada gelar formal yang tidak memiliki isi. Saya melihat kelompok ke-empat ini sebagai "Misleading".
 
Kita semua turut bertanggungjawb untuk mengurangi ekses dari kelompok yang nomor 4 (misleading) ini. Kita bisa memulainya dengan menempatkan 'kesakralan' gelar itu dalam batas-batas kewajaran. Konkritnya bisa bermacam-macam, misalnya:
 
Gelar akademis yang benar-benar diperoleh melalui proses pendidikan dengan sistem pengawasan para guru bermutu. Kurikulum bukanlah jaminan. Jika para gurunya kurang telaten, mahasiswa yang menjiplak hasil penelitian orang lain bisa kelolosan. Guru, tidak bisa berlepas tangan dengan fenomena seperti ini. Mengatakan 'kami juga merasa kecolongan' sama sekali bukan cerminan pertanggungjawaban.
 
Gelar keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga yang kompeten. Apakah siapapun boleh mengeluarkan sertifikasi apapun? Lembaga seperti apa yang berhak mengeluarkan gelar penanda standard keahlian? Kadang-kadang kita sudah merasa berhak menuliskan kata 'certified' begitu kita mendapatkan selembar kertas bertuliskan 'Sertifikat'. Setiap kali mengikuti sebuah training, kita mendapatkan sertifikat. Tetapi, perlu kita lihat, apakah kertas itu berisi sertifikat 'mengikuti sebuah training' atau 'sertifikasi pencapaian standard kualifikasi' tertentu. Beda? Sangat beda sekali.
 
Gelar lain-lain. Tidak ada yang melarang seseorang untuk mengenakan gelar-gelar dirinya. Jaman dahulu, kita menggunakan gelar kebangsawanan. Tidak menjadi soal, jika memang kita ini bangsawan. Jaman sekarang, kita menggunakan gelar juga. Sekedar self-introspection; penggunaan gelar lain-lain yang paling parah, mungkin terjadi di dunia pelatihan. Menurut hemat saya, tidak masalah jika gelar-gelar yang digunakan itu masih relevan dan tidak over klaim. Diluar konteks itu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai menahan diri. Sekaligus menjadi contoh dalam proses edukasi kepada masyarakat, bahwa gelar itu memang penting. Namun, jauh lebih penting dari semua itu adalah; kompetensi.
 
Apa untungnya jika kita berkiblat kepada kompetensi? Banyak. Antara lain, setiap kali selesai melakukan suatu hal penting, kita berkesempatan untuk menanyakan kepada diri sendiri;"apa yang bagus dan yang kurang tepat dari aktivitas tadi itu?" Dengan begitu, kita selalu melihat ruang untuk melakukan perbaikan. Selain itu, dengan kompetensi yang tinggi kita memiliki daya saing yang tinggi. Bicara soal realitas? Tengok saja bagaimana kiprah generasi muda Indonesia di kancah olimpiade fisika, matematika, biologi dan science tingkat dunia. Begitu pula dengan tenaga terdidik pekerja professional asal Indonesia di dunia kerja internasional. Kita masih bisa lebih baik lagi.
 
Sebaliknya, jika kita masih berkiblat kepada 'gelar' maka kita akan terbelenggu oleh begitu banyak keterbatasan. Kita akan merasa tidak berdaya karena kekurangan gelar. Lalu kita menyerah, dan membiarkan orang lain yang mengambil kesempatan. Atau sebaliknya, kita melawan dengan menempuh cara apa saja untuk sekedar meraih gelar. Jika kita masih bersikap begitu, tandanya kita masih terjajah oleh belenggu pemikiran dan paradigma yang sempit. Sudah saatnya untuk memerdekakan diri dari jenis penjajahan mental seperti itu. Lagi pula, bukankah esensi dari kemerdekaan itu adalah membebaskan diri dari belenggu persepsi-persepsi mental yang tidak perlu? Mumpung kita memiliki momentum hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2010. Mari sama-sama belajar memerdekakan diri untuk mulai berkiblat kepada kompetensi. Selamat Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65.
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Writer, Trainer, and Speaker
www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusman.com
 
Catatan Kaki:
Tetaplah berpikir positif kepada orang-orang yang berkiblat kepada kompetensi. Jika hari ini Anda menilainya 'biasa-biasa saja', mungkin tahun depan mereka bisa berubah menjadi 'sangat mengagumkan'.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul "Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan kunjungi petunjuknya di www.bukudadang.com  

--------------------------------
Buku-buku terbaru Dadang Kadarusman sudah tersedia di toko buku atau bisa dipesan di http://www.bukudadang.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
MARKETPLACE

Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

Blogger news