Pages

feature content slider

Powered by Blogger.

Pages - Menu

Popular Posts

Blogger templates

[gudang-ilmu] Jailbreak and Unlock your Iphone 4s

[gudang-ilmu] Jailbreak and Unlock your Iphone 4s

[gudang-ilmu] Jailbreak and Unlock your Iphone 4s

[gudang-ilmu] Jailbreak and Unlock your Iphone 4s

[gudang-ilmu] Jailbreak and Unlock your Iphone 4s

[gudang-ilmu] Jailbreak and Unlock your Iphone 4s

[gudang-ilmu] Artikel – Antara Tuntutan Dan Tanggungjawab

[gudang-ilmu] Artikel – Antara Tuntutan Dan Tanggungjawab

 

 
Artikel – Antara Tuntutan Dan Tanggungjawab
 
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
 
Catatan Kepala:"Resolusi ketenagakerjaan lebih berpeluang untuk bisa dicapai ketika masing-masing bersedia membangun kesetaraan antara tuntutan dan tanggungjawab."
 
Ketika para buruh berdemo, apa yang Anda rasakan? Mungkin ada yang merasa prihatin. Kasihan. Merasa terwakili. Terganggu. Atau ada juga mengharapkan buruh di tempat lain ikut melakukan demo seperti itu. Undang-undang perburuhan menjelaskan bahwa yang disebut sebagai buruh itu adalah 'setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain'. Maka tidak peduli setinggi apapun gaji atau jabatan Anda, jika menerima upah atau imbalan atas pekerjaan yang Anda lakukan maka Anda adalah buruh. Saya juga buruh. Baik dulu ketika bekerja sebagai eksekutif profesional, maupun sekarang sebagai trainer dan pembicara publik. Saya bekerja untuk perusahaan yang menugaskan saya memberikan pelatihan, dan saya mendapatkan upah dari pekerjaan yang saya lakukan. Kita, sama buruhnya seperti mereka. Maka sebagai sesama buruh kita perlu saling menguatkan dan saling mengajak kepada kebaikan. Termasuk menemukan cara yang lebih baik untuk meningkatkan tarap
hidupnya selain melalui demo.  Adakah cara lain itu? Ada.
 
Ketiga anak saya 'berbondong-bondong' memasuki kamar kami. Tujuannya; mengajukan petisi tentang kenaikan uang jajan. "Temanku dikasih Papanya bla..bla..bla.." katanya. Argumennya tidak laku. "Temanku jajannya blablabla…" Menguap juga. Tidak saya terima. Lalu katanya; "Yah, aku kan sekarang sekolahnya sampai sore terus…." Nah, yang ini baru masuk kedalam perhatian saya. Setelah kalkulasi ini-itu, akhirnya saya sadar bahwa 'nilai wajar' uang jajannya perlu disesuaikan. Maka saya pun menyetujui tuntutannya. Tapi kenaikan itu tidak gratis. They have to do something in return. Apa itu? Salah satu kebiasaan mereka yang sulit untuk diperabaiki adalah 'malas mandi sore'. Harus disuruh dulu. Baru mau mandi. Maka kami pun membuat kesepakatan ini: "Saya menambah uang jajan harian, sedangkan mereka harus mandi sebelum magrib tanpa disuruh." Konsekuensinya, kalau tidak mandi sebelum magrib jatah uang jajannya dipotong sebesar
'kenaikan' yang disepakati. Deal. Sejak saat itu, kami tidak perlu lagi berteriak-teriak menyuruh mereka mandi. Tidak sama, tapi mirip dengan tuntutan klasik para buruh kepada perusahaan. Hanya ada satu cara untuk menyelesaikannya, yaitu; pengambil keputusan melihat secara jernih kondisi real dan kebutuhan pekerja lalu sekuat tenaga memenuhinya. Dan para pekerja, memperbaiki sikap serta perilaku kerjanya untuk menghasilkan produktivitas yang lebih baik sehingga perusahaan menjadi lebih kompetitif dan lebih berdaya saing. Resolusi ketenagakerjaan lebih berpeluang untuk bisa dicapai ketika masing-masing bersedia membangun kesetaraan antara tuntutan dan tanggungjawab. Bagi Anda yang tertarik menemani saya mendalami kesetaraan antara tuntutan dan tanggungjawab ini, saya ajak memulainya dengan menerapkan 5 sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:
 
1.      Tunaikan tanggungjawab masing-masing.  Perusahaan itu dibuat dengan tujuan untuk mencetak laba. Sifat dasarnya demikian. Itu tidak selalu berarti buruk. Memang perusahaan harus untung. Jika tidak, takkan pernah ada orang yang tertarik berinvestasi. Sebaliknya, seseorang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak seorang pun mau bekerja gratisan. Sifat alami kita demikian. Mungkin, masih banyak pengusaha yang mengabaikan tanggungjawabnya. Sama seperti halnya para pekerja yang tidak menjalankan tanggungjawab profesionalnya. Sebagai pekerja, kita menuntut perusahaan menunaikan tanggungjawabnya. Seyogyanya, kita juga  memastikan tanggungjawab kita sudah tunai seluruhnya. "Gua sudah paham itu!" Mungkin kita berpikir begitu. Paham, tidak berarti melaksanakannya dengan penuh. Zaman sekarang, mudah melihat karyawan yang tidak sepenuhnya menjalankan amanahnya di jam ketika seharusnya mereka bekerja. Bahkan dikalangan mereka yang sudah
dibayar besar. Ini bukan sekedar soal etika profesional. Melainkan juga penyokong handal ketika suatu saat nanti kita 'menuntut' sesuatu pada perusahaan. Jika tanggungjawab kita belum ditunaikan sebaik-baiknya, bagaimana kita mengharapkan adanya kenaikan? Jelas. Kedua belah pihak memiliki kebutuhan. Dan keduanya bisa saling menutupi kebutuhan itu dengan menunaikan tanggungjawabnya masing-masing.
 
2.      Tingkatkan kompetensi diri. "Pekerja selalu berada pada posisi lemah!" begitu system nilai yang sering kita dengar dihembuskan oleh banyak orang. Validkah? Hanya bagi pekerja-pekerja yang kompetensinya rata-rata saja. Sedangkan bagi pekerja-pekerja yang memiliki kompetensi tinggi, hukum yang berlaku justru sebaliknya. Posisi tawar mereka, justru lebih tinggi dari perusahaan. Maka tantangannya bagi kita adalah; apakah kita sanggup membangun kompetensi diri itu atau tidak. Bisa, jika kita mau menempuh jalannya. Memangnya ada yang tidak mau? Banyak. Misalnya. Dalam satu hari, berapa banyak waktu yang kita alokasikan secara khusus untuk mempelajari hal-hal baru? Selalu hal baru? Tidak juga. Pertanyaannya bisa berubah menjadi; dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan, tambahan ilmu atau keterampilan apa yang kita dapatkan?  Percayalah, bahkan dalam setiap pekerjaan rutin yang kita lakukan, selalu ada aspek yang bisa kita pertajam. Saya tidak
ragu untuk bilang 'selalu'. Sebutkan sebuah pekerjaan paling rutin dan membosankan di dunia ini. Operator mesin? Office boy? Atau Apa? Mari cermati sekali lagi. Bahkan dalam pekerjaan paling monoton sekalipun, selalu ada peluang untuk melalukan perbaikan. Makanya kita mengenal istilah 'continuous improvement'. Karena kita percaya, bahwa; selalu ada ruang untuk perbaikan dalam setiap pekerjaan yang sehari-hari kita lakukan. Sehingga untuk meningkatkan kompetensi, kita tidak kekurangan syarat apapun.  Tinggal melakukannya saja. Dan ketika kompetensi kita menjadi unggul, maka kita; menjadi aset bernilai tinggi dihadapan perusahaan.
 
3.      Memperbaiki pemahaman terhadap kontribusi. Setiap tahun, Anda naik gaji nggak? Waaah, bisa gantian darah yang naik keubun-ubun kalau tidak naik gaji, ya? Pertanyaan berikutnya; Setiap tahun kontribusi Anda naik nggak? "Naik dong!" mungkin begitu jawabannya. Buktinya target naik terus, kan? Benar. Target naik terus. Tetapi apakah pencapaian kita juga ikut naik? Setiap kali tercapai target, ya naik. Kalau target tidak tercapai, ya weleh-weleh-weleh. Padahal gaji sudah naik duluan diawal tahun lho. Baiklah. Target tercapai. Tetapi, apakah profit perusahaan juga naik dengan kenaikan pencapaian taget itu? Belum tentu. Mereka yang paham neraca profit and lost, mengerti betul bahwa apa yang kita sebut sebagai omset atau penghasilan perusahaan itu tidak sama artinya dengan laba perusahaan. Pekerja seperti kita sering menilai kekuatan perusahaan dari omsetnya. Sedangkan pemilik modal melihat aspek labanya. Setiap sen nilai investasinya diukur
efeknya terhadap laba. Termasuk gaji, benefit, dan kompensasi yang kita terima. Misalnya, saya menghasilkan penjualan $100 sedangkan Anda hanya $90. Apakah kontribusi saya lebih besar dari Anda? Iyya Dong! Karenanya saya boleh menuntut kenaikan gaji dan bonus yang lebih besar? Saya lebih bagus dalam bekerja? Saya lebih bernilai? Belum tentu. Mari teliti. Saya digaji $10, fasilitas $10, dan kasih diskon ke klien 20%, biaya operasional saya $10. Maka return saya = 100%. Sedangkan Anda digaji sama $10, fasilitas sama $10, diskon ke klien 10%, biaya operasional $6. Maka return Anda 157%. Sekarang siapa berkontribusi lebih banyak? Gaji dan fasilitas adalah faktor perusahaan yang sudah memperlakukan kita sama. Tapi diskon dan biaya operasional adalah faktor kita sebagai karyawan. Dan, itulah yang menentukan nilai kontribusi kita yang sesungguhnya kepada perusahaan.
 
4.      Lindungi diri dari provokasi. Kadang-kadang ada juga orang yang senang memprovokasi. Mereka memanas-manasi orang lain untuk melakukan ini dan itu. Protes kesana kemari. Berbondong kesana bergerombol kesini. Turun ke jalan sambil teriak-teriak dibawah terik matahari, atau bekerumum dalam guyuran hujan. Sedangkan mereka sendiri? Boleh jadi tengah menikmati kursi empuknya di ruang kerja yang sejuk. Atau nonton siaran langsung pemogokan itu melalui tivi layar lebar di sebuah kafe yang menjual kopi seharga $4 per cangkir. Sungguh, kita tidak mampu mengontrol para provokator. Tetapi, mungkin kita bisa melindungi diri agar tidak mudah terprovokasi.  Salah satu cara sederhana untuk melakukannya adalah; setiap kali diajak untuk turun ke jalan – oleh siapapun – tanyakan terlebih dahulu kepada diri sendiri; apakah saya harus melakukan itu? Mengapa? Jika saya melakukan itu, siapa yang paling banyak mengambil keuntungannya? Apa resikonya buat saya.
Apa manfaatnya bagi istri dan anak-anak saya? Tidak adakah cara lain yang bisa ditempuh? Ketika Anda sudah begitu sibuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu; Anda tidak lagi memiliki waktu untuk ikut-ikutan turun ke jalan. Apakah turun ke jalan itu salah? Jawabannya bisa diperdebarkan. Tepat atau tidaknya, justru bisa ditemukan dalam jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tadi diajukan. Sehingga ketika melakukannya, kita tidak sekedar ikut-ikutan. Bukan karena dibakar oleh omong besar dan ulah tak kelihatan para provokator yang setiap bulan sudah bergaji tinggi hingga tak mungkin lagi mau ikut berbaur dengan para demonstran di jalan.
 
5.      Lakukan demo seorang diri.  Ngawur! Mana ada demo sendirian? Ada. Tapi kan nggak seru! Lho, tujuannya mau seru atau mendapatkan kenaikan pendapatan? Kalau mau sekedar seru ya silakan. Tetapi kalau ingin mendapatkan perhatian dari management agar mereka mau membayar kita lebih mahal, kita harus melakukan demo itu sendirian. Tidak ada hiruk pikuk. Tidak ada penghujatan. Tidak ada kepanasan atau kehujanan. Gimana caranya? Anda demonstrasikan seluruh kemampuan tinggi dan kualitas kerja terbaik yang Anda miliki itu setiap hari. Percaya sama saya; cepat atau lambat nama Anda akan tercantum dalam daftar pekerja-pekerja yang layak untuk mendapatkan bayaran tinggi. Tidak percaya? Buktikan sendiri. "Tapi gua udah lakukan semua yang terbaik buat perusahaan, kok masih gini-gini aja!" mungkin ada yang protes begitu. Dua hal saja. Satu: Anda 'merasa' sudah melakukan maksimal yang terbaik dari kemampuan diri Anda sesungguhnya. Padahal belum. Dua:
Anda tidak bekerja di tempat yang tepat. Maka solusi #1: Berhenti protes, dan fokuskan diri untuk 'benar-benar' mencurahkan kemampuan optimal diri Anda dalam setiap pekerjaan yang Anda tangani sehari-hari. Fokus. Kalau perlu, matikan itu blackberry selama jam kerja. Biar tidak mengganggu konsentrasi. Dan solusi #2: Jika Anda yakin sudah jadi yang terbaik itu, cari aja perusahaan lain. Jangan takut tidak diterima. Karena jika benar Anda itu punya kemampuan yang tinggi, ketahuilah; harga Anda mahal sekali di luar sana. Jadi, berhenti protes, dan carilah perusahaan lain yang benar-benar faham; bagaimana memperlakukan star performersnya. Begitulah cara demo seorang diri yang bisa Anda lakukan. Lebih aman. Lebih berpeluang mendapatkan apa yang Anda inginkan.
 
Posisi kita sebagai pekerja, setara dengan posisi perusahaan sebagai pemberi kerja. Jika ada yang merasa lebih rendah, mungkin karena belum berhasil menaikkan tingkat dan kualitas dirinya sampai layak dipandang sejajar. Maka mulailah sekarang juga. Turun kejalan mungkin bisa menjadi solusi. Tetapi, ada cara lain yang bisa kita tempuh dengan resiko lebih kecil, dan peluang berhasil lebih besar. Lihat kembali poin-poin yang sudah kita bahas diatas. Jika Anda mengira cara itu hanya cocok bagi orang-orang yang sudah punya jabatan, ketahuilah bahwa; cara itu juga cocok bagi mereka yang masih menjadi pekerja pada level paling bawah. Mengapa saya berani berkata demikian? Karena saya pribadi telah menjalani dan membuktikannya. So, ingin memperbaiki posisi tawar Anda dihadapan perusahaan? Ikutilah ke-5 hal diatas. Insya Allah nilai diri Anda semakin tinggi.
 
Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman –  6 Februari 2012
Trainer, & Public Speaker of Natural Intelligence
 
Catatan Kaki:
Ketika menuntut, sebaiknya dipastikan dulu jika kita sudah menunaikan seluruh tanggungjawab yang kita emban.
 
Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.
 
Ingin lebih faham tentang Natural Intelligence? Ikuti Public Training "NatIn Lead" bersama DeKa. Info di www.dadangkadarusman atau SMS 0812 19899 737  . Perlu brosurnya?Klik Di Brosur Ini. 
 
----------------------------------------------------------
Subscription: Jika Anda belum namun ingin mendapatkan kiriman artikel inspiratif langsung dari Dadang Kadarusman – GREATIST! – silakan kirim email dengan subyek 'YES Inspirational Articles' ke dadang@dadangkadarusman.com
 
Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman - 0812 19899 737
Trainer & Public Speaker of Natural Intelligence
Dare to invite Dadang? Call Ms. Vivi at 0812 1040 3327
Info Buku Natural Intelligence Leadership Klik Disni
www.dadangkadarusman.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] File - Salam Kenal dari Owner Gudang Ilmu

[gudang-ilmu] File - Salam Kenal dari Owner Gudang Ilmu

 


From : Mufli (Moderator Gudang-Ilmu)

Hello Kawan,

Terima kasih telah bergabung di milinglist GUDANG-ILMU
yang saya kelola. Melalui milinglist ini saya persembahkan
untuk anda semua berbagi ilmu untuk pemberdayaan bersama.
Saya undang anda berpartisi aktif, dengan mengirimkan
artikel, komentar, tips yang bermanfaat, serta jangan lupa
tetap mematuhi aturan main yang saya jelaskan di bagian
depan halaman description milinglist Gudang-Ilmu:
http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu

Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru dari saya langsung
ke email Anda, silahkan set EMAIL DELIVERY anda sebagai INDIVIDUAL,
atau setidaknya SPECIAL NOTICE.

Oya, salam kenal lebih dekat :)
Saya Mufli, tinggal di Jalan Merak 6/44 Rewwin, Sidoarjo
Indonesia. Saya banyak mengelola situs online, yg umumnya
merupakan support system untuk bisnis, training dan publikasi.

Thank you rekans :)

Best Regards

Mufli
Moderator, Gudang-Ilmu

Bila Anda ingin mengundang teman untuk join milinglist ini,
Silahkan copy undangan berikut ini, silahkan ganti informasi
tentang Anda di bagian akhir (Salam), lalu kirimkan undangan
kepada kawan-kawan Anda.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Subject: Undangan Join Gudang-Ilmu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hi kawan,

Ilmu bukanlah yg nomor satu,
bahkan percuma tanpa dibawa dalam tindakan.
Dengan ilmu dan hasrat yang menggebu,
banyak orang berjaya dan bermakna untuk sekitarnya.
Ilmu tentang bisnis internet, cara membangun team,
security online, forex, adsense, network marketing,
business broker, franchising, autosurf, serta juga
home based business, affiliate program, reseller,
dan sebagainya dengan cemerlang dapat ANDA dipaparkan
di forum ini, saya undang anda para pakar dan
praktisioner yang komptens.

JOIN US NOW, Semoga hanya yang terbaik buat Anda !

Cara bergabung adalah dengan mengirimkan email kosong
alamat ini:

gudang-ilmu-subscribe@yahoogroups.com

Atau silahkan berkunjung ke sini:

http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu

Salam sukses paling sukses buat Anda.

Thanks Again.



__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] File - Indonesia Online Ribuan anak bangsa ada di sini

[gudang-ilmu] File - Indonesia Online Ribuan anak bangsa ada di sini

 


Indonesia Online, Ribuan anak bangsa ada di sini

Media komunikasi online anak bangsa baik di Indonesia maupun di manca negera, dimanapun Anda berada. Silahkan ngobrol di sini, bebas dan tetap sopan tentunya. Selalu Posting dengan LENGKAP sebutkan DENGAN JELAS identitas anda (Nama, web/blog, boleh HP) dalam setiap bagian akhir posting. Dilarang: beriklan langsung kecuali di bagian footer email anda, maksimum 3 baris. Tidak diperkenankan: posting yang vulgar, argumentatif, sara, menyinggung privacy member lain, atau posting yang berulang-ulang, atau yang bertendensi iklan berlebihan. Semoga Milinglist ini dapat membuat kita bersama semakin berdaya.

Join us now: http://groups.yahoo.com/group/indonesia-online

Best regards
Indonesia-Online Moderator

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Artikel – Mengapa Seseorang Layak Disebut Leader?

[gudang-ilmu] Artikel – Mengapa Seseorang Layak Disebut Leader?

 

 
Artikel – Mengapa Seseorang Layak Disebut Leader?
 
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
 
Catatan Kepala:"Jika orang yang disebut sebagai leader itu hanya menempatkan bawahannya pada posisi sebagai pelaksana pekerjaan rutin, maka orang itu belum berhasil menjadi 'leader'."
 
Judul artikel ini tidak dituangkan untuk menggugat atasan yang dinilai kurang kompeten. Saya menggunakannya untuk mengajak Anda untuk melihat kedalam, apakah didalam diri kita memang sudah ada tanda-tanda jika kita ini memiliki kualitas pribadi yang memadai? Kualitas yang memadai untuk apa? Untuk menjadikan diri kita layak disebut sebagai seorang leader. Mengapa? Karena kita sering terlalu sibut mengejar titel jabatan, bukan mengejar kompetensi. Setelah mendapatkan jabatan itu pun kita sering terlampau sibuk untuk menjaga 'citra' sebagai pemimpin yang disegani atau dipatuhi. Dan sering lupa, bahwa nilai diri kita sebagai pemimpin hanya terletak kepada apa yang bisa kita lakukan saat menjalankan fungsi kepemimpinan itu. Bukan pada titel mentereng kita. Jadi, mengapa seseorang layak disebut pemimpin?
 
Beberapa waktu lalu, saya menyaksikan sebuah forum yang dihadiri oleh para pemipin. Ditengah hujan kritik atas nihilnya dampak kepemimpinan organisasi, ada sebuah kalimat terlontar:"Kalaupun para pemimpinnya diganti, apakah kebijakan dan pola kerja akan berubah hingga keadaan menjadi lebih baik?" Pertanyaan itu keras. Provokatif. Dan berpotensi menyinggung harga diri banyak pemimpin yang hadir. Namun, tak seorang pun yang berani atau bersedia menjawabnya. Bisakah Anda memberikan jawaban akurat? Faktanya, banyak sekali proses pergantian kepemimpinan yang tidak menghasilkan perubahan apapun selain 'nama pemimpinnya'. Sedangkan hal-hal lainnya, berjalan seperti sebelumnya saja. Fakta ini menunjukkan betapa banyaknya 'leader' yang tidak memiliki kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya. Memangnya apa saja sih kualitas kepemimpinan itu? Banyak teori. Dan banyak kriteria. Anda tidak akan kekurang jenis-jenisnya. Bagi Anda yang tertarik menemani saya
merenungkan apakah kita layak disebut sebagai leader, saya ajak memulainya dengan memahami 5 kualitas kepemimpinan dari sudut pandang Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:
 
1.      Menjadi yang terdepan, bukan sedekar mengikuti petunjuk dari orang lain. Ada sebuah istilah yang sejak lama kita kenal, yaitu; 'pemimpin boneka'. Kelihatannya saja orang itu yang memimpin, namun sebenarnya dia dikendalikan oleh orang lain. Keliru, jika kita menganggap bahwa istilah itu hanya cocok digunakan pada masa penjajahan, atau ketika suatu negara adi daya mengintervensi negara lain secara politik. Pemimpin boneka juga banyak bertebaran di perusahaan-perusahaan. Hanya saja, 'kebonekaannya' terjadi secara sukarela. Lho, kok bisa? Bisa. Caranya; ya sudah, ikuti aja petujunjuk dari boss besar atau atasan yang lebih tinggi. Tinggal di 'cascade' kepada bawahan kita. Selesai. Ini lho, jenis pemimpin boneka dalam konteks kita. 'WOOOOOOY! GUA TERSINGGUNG DISEBUT BONEKA!" Alhamdulillah, bagus kalau begitu. Sehingga mulai sekarang, kita bisa memposisikan diri di garis terdepan perjuangan bersama anggota team yang kita pimpin.
 
2.      Menjadi innovator, bukan sekedar melestarikan apa yang sudah ada. Banyak pemimpin yang harus mengambil alih suatu posisi yang ditinggalkan oleh pemimpin hebat sebelumnya. Sebagai pemimpin hebat, tentu pendahulunya sudah mewariskan banyak hal hebat juga dalam team itu. Namun ketika beliau pergi, maka penggantinya sering terpukau oleh kehebatan pendahulunya. Semuanya sudah 'tepat' pada tempat dan proporsinya, begitu system nilai yang kemudian berlaku. Maka tak heran, jika setelah berkali-kali terjadi pergantian kepemimpinan pun tidak ada perubahan yang signifikan di organisasi itu. Benarkah hal itu karena pemimpin terdahulu sudah menjadikan organisasisi itu sedemikian hebatnya? Bukan. Itu karena pemimpin-pemimpin yang menggantikannya kemudian menempatkan dirinya sebagai sekedar pelestari apa yang sudah ada selama ini. What about you?
 
3.      Melahirkan gagasan-gagasan baru, bukan sekedar pelaku kebiasaan lama.  Agak aneh juga ya jika ada pemimpin yang dalam karir kepemimpinannya tidak bisa melahirkan gagasan-gagasan baru. Kemane aje wooooooy….? Jelas sekali jika itu mengindikasikan 2 kemungkinan. Sang pemimpin tidak menjalankan tugasnya, atau hanya menjadi pelaku dari kebiasaan lama. Menarik juga ketika ada orang yang jujur mengakui bahwa sebagai pemimpin beliau bukan tipe pemikir. "Sulit untuk melahirkan gagasan baru bagi orang yang bukan pemikir," katanya. Sahabatku, gagasan baru itu tidak harus besar. Tidak harus dipikir rumit. Sering bahkan dihasilkan dari sebuah pertanyaan sederhana seperti ini;"Kalau kita melakukannya dengan cara begini, hasilnya bagaimana ya?" So, start from there, wherever you are.
 
4.      Mencari terobosan, bukan sekedar terkungkung penjara rutinitas belaka.  Bisa dipastikan jika setiap kemandekan yang dialami oleh suatu organisasi terjadi karena orang-orang didalam organisasi itu tidak menemukan 'jalan keluar' dari pekerjaan rutin yang dilakukan begitu-begitu saja sepanjang waktu. Padahal, kita tahu bahwa apa yang sesuai saat ini, mungkin sudah obsolete 5 atau 10 tahun lagi. Kita memahami itu sambil tetap kukuh berpegang pada praktek dan cara-cara yang sudah kita gunakan sejak 5 atau 10 tahun yang lalu. Maka itu artinya hari ini, kita sudah mulai memasuki lorong-lorong dead-end menuju kebuntuan. Orang-orang hanya akan bisa membebaskan diri dari penjara rutinitas itu, jika mampu mencari terobosan. Siapakah penaggungjawab 'orang-orang itu' itu? Karena kita leadernya, ya kitalah penanggungjawabnya. So, tugas mencari terobosan itu ada pada pundak kita yang telah terlanjur berani menyodorkan diri untuk menjadi pemimpin
mereka.
 
5.      Selalu bertanya; 'Setelah ini, apa lagi ya?'.  Tidak pernah ada kata selesai bagi orang-orang yang senantiasa membiarkan otaknya terjaga. Bangun. Melek. Dan terus berputar. Karena orang-orang seperti itu tidak pernah berhenti meski 'baru saja' menyelesaikan sebuah tugas yang sangat besar. Bahkan, dalam tidur pun mereka bermimpi tentang sesuatu yang mungkin bisa dilakukannya lebih baik bagi dirinya sendiri. Bagi orang lain. Bagi organisasi yang dipimpinnya. Bagi dunia. Karena mereka percaya, bahwa seperti halnya Tuhan yang tidak pernah berhenti berkarya; Tuhan suka sekali pada hambanya yang terus menerus mengeksplorasi diri melalui pertanyaan; "setelah ini, apa lagi?" Dari pertanyaan sederhana itulah inovasi lahir. Pemikiran baru muncul. Gagasan brilian berlompatan. So, keep asking; "Setelah ini, apa lagi?"
 
Perusahaan membutuhkan leaders yang memiliki ke-5 kualitas diatas. Karena tantangan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan semakin hari semakin besar. Bisa berupa tantangan yang datang dari luar atau kompetitor yang terus menerus menggerus pangsa pasar. Bisa juga yang datang dari internal perusahaan sendiri berupa visi dan misi serta target-target pertumbuhan yang semakin menantang. Tanpa ke-5 kualitas itu? Seseorang hanya akan menjadi semakin frustrasi, dan akhirnya tanpa daya menyerah kepada keadaan. Sebaliknya, mereka yang memiliki ke-5 kualitas itu selalu menjadi leader yang bisa diandalkan untuk membawa team yang dipimpinnya menuju pencapaian tinggi. Jika sekarang Anda berencana untuk pergi ke toilet, siapkan pertanyaan ini; mengapa Anda layak disebut leader? Kepada siapa pertanyaan itu diajukan? Kepada dinding toilet yang dilapisi cermin.
 
Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman –  31 JaNEWary 2012
Trainer of "CREATIVE LEADERSHIP" In-house program
 
Catatan Kaki:
Masa depan perusahaan ditentukan oleh kualitas kepemimpinan orang-orang yang mengendalikannya. Dan kita, adalah 'orang-orang' itu.
 
Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.
 
 
Tentang Dadang Kadarusman
~ Spesialisasi training di bidang: NATURAL INTELLIGENCE dan penerapannya dalam LEADERSHIP, PERSONNEL DEVELOPMENT dan PERSONAL EXCELLENCE ~ (Phone: 0812 19899 737 – www.dadangkadarusman.com )
Mari Berbagi Semangat!
 
DEKA - Dadang Kadarusman - 0812 19899 737
Trainer & Public Speaker of Natural Intelligence
Dare to invite Dadang? Call Ms. Vivi at 0812 1040 3327
Info Buku Natural Intelligence Leadership Klik Disni
www.dadangkadarusman.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Blogger news