Pages

feature content slider

Powered by Blogger.

Pages - Menu

Popular Posts

Blogger templates

[gudang-ilmu] Memulai Bisnis Hosting Menggunakan Blog Sendiri

[gudang-ilmu] Memulai Bisnis Hosting Menggunakan Blog Sendiri

 

Mungkin Anda telah memulai bisnis hosting menggunakan website support yang dibuat oleh team Anda, Dan anda bertindak sebagai support sistemnya, memulai bisnis dengan cara ini tergolong bagus. Lebih bagus lagi selain menggunakan website seperti itu Anda juga menggunakan blog sendiri. Dengan cara demikian Anda bisa memulai bisnis hosting Anda tersebut dengan cara dan keinginan Anda sendiri yang tentunya saja akan lebih sesuai dengan keinginan Anda. Sedangkan website support yang dibuat oleh team Anda kadang tidak sesuai dengan keinginan anda.

Sumber= http://inisaja.net/memulai-bisnis-hosting-menggunakan-blog-sendiri

Best Regards
Indra

__._,_.___
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Belajar Bahasa Inggris Di Facebook BBIS

[gudang-ilmu] Belajar Bahasa Inggris Di Facebook BBIS

 

Belajar Bahasa Inggris Di Facebook BBIS

Rekans Gudang Ilmu Yth,

Saya ada Group Belajar Bahasa Inggris di Facebook yang disebut BBIS. BBIS merupakan singkatan dari Belajar Bahasa Inggris Santai tempatnya di Facebook, sebentar lagi Anda akan saya ajak ke sana.

Berikut ini cara Sukses Belajar di BBIS:
http://bisnisgratis.net/cara-sukses-belajar-bahasa-inggris-di-bbis.html

Best Regards
Mufli

__._,_.___
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Ukuran Sepatu, Empati, dan Toleransi

[gudang-ilmu] Ukuran Sepatu, Empati, dan Toleransi

 

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Anda tentu masih ingat nasihat untuk 'mengenakan sepatu orang lain'. Maksudnya, kita dihimbau untuk bersedia menyelami perasaan dan pikiran orang lain. Suatu sikap yang mendasari lahirnya empati, dan toleransi. Kita tahu tidaklah mudah untuk benar-benar mampu menyelami jiwa orang lain. Namun, tahukah anda bagaimana rasanya menggunakan sepatu yang tidak sesuai dengan ukuran kaki anda sendiri?
 
Beberapa waktu lalu, saya bertugas memfasilitasi training tentang kepribadian selama 2 hari untuk sebuah perusahaan multinasional. Saya memutuskan membawa kendaraan sendiri, dan check-in sehari sebelumnya. LCD, sound system, setting ruangan, dan segala perlengkapan training untuk besok pagi sudah dipersiapkan semua. Sempurna.
 
Keesokan harinya pagi-pagi sekali, saya sudah 'siap tempur'. Tinggal mengenakan sepatu. Sepatu? Oh, iya. Sepatu saya masih dimobil. Itu tidak masalah, karena kamar yang saya tinggali punya tempat parkir sendiri. Sebentar dulu. Dimana kunci mobil saya? Nah, ini baru masalah. Saya lupa dimana meletakkan kunci mobil. Segigih apapun saya mencarinya dengan bantuan petugas hotel, kunci itu tidak kunjung ketemu. Sepatu saya masih terperangkap didalam mobil. Sedangkan satu jam lagi acara akan dimulai. Sementara mengharapkan ada toko sepatu yang sudah buka dipagi buta seperti itu sungguh tidak realistis. Sebagai solusinya, saya meminta petugas hotel mencarikan sepatu 'menganggur' milik staf hotel yang boleh saya pinjam.
 
Saya tahu ini agak menggelikan. Tapi, layak dicoba. Walhasil, saya mendapatkan 2 pasang sepatu yang ditawarkan. Hebatnya, tak satupun yang sesuai dengan ukuran kaki saya. Yang nomor 42 jelas kebesaran. Sedangkan yang nomor 39 pasti kekecilan. Mana yang harus saya kenakan? Kalau saya pakai nomor 42, bisa-bisa copot tanpa sengaja ketika saya sedang bicara. Tapi, kalau memilih nomor 39, sudah terbayang betapa sakitnya kaki ini nanti. Akhirnya, saya meyakinkan diri sendiri bahwa lebih baik menahan rasa sakit, daripada menanggung resiko sepatu yang saya kenakan melayang mengenai peserta pelatihan dikelas saya. Rasa sakit ini juga sekaligus sebagai pelajaran dari keteledoran yang telah saya lakukan.
 
Sungguh, peristiwa itu mempertegas pesan nasihat tentang 'menempatkan diri disepatu orang lain' itu. Hari itu, saya merasakan betapa tidak nyamannya mengenakan sepatu orang lain. Tidak nyaman dalam pengertian yang sesungguhnya. Saat sepatu itu kebesaran, maupun saat kekecilan. Sungguh tidak mungkin untuk membesarkan ukuran kaki kita supaya cocok pada sepatu yang kebesaran. Atau mengecilkan kaki supaya pas pada sepatu yang kekecilan. Mustahil untuk dilakukan.
 
Untungnya, ungkapan 'menempatkan dirimu disepatu orang lain' itu tidak bermakna 'sepatu sesungguhnya', dan bukan pula berarti 'kaki' dalam pengertian fisikal. Melainkan bagaimana kita bisa menerima kenyataan bahwa orang lain memiliki kepribadian yang berbeda dengan diri kita. Dengan penerimaan itu, kita tidak lantas menghakimi orang lain hanya karena perbedaan yang ada. Sebaliknya, kita lebih memahami dan bersedia mengerti. Maka, ketika 'sepatu' orang lain itu kebesaran, kita bisa membesarkan hati ini supaya sesuai dengan mereka. Sebaliknya, ketika sepatu orang lain kekecilan, kita tidak keberatan untuk mengecilkan egosentrisme ini. Sehingga, kita bisa lebih mampu memahami keadaan orang lain untuk memberi ruang bagi lahirlah empati dan toleransi yang tinggi.
 
Sebagai imbalannya, ketika kita bersedia menyesuaikan diri dengan orang lain, ada peluang untuk memperoleh 'penerimaan' dari mereka. Penerimaan yang bukan dari keterpaksaan. Sebab, jika kita bersedia memahami keadaan orang lain, lalu  menunjukkan empati dan bertoleransi kepadanya; tentu mereka merasa senang karenanya. Padahal, tidak ada orang yang lebih menyenangkan untuk berhubungan selain mereka yang bersedia memahami dan menerima kita apa adanya. Sehingga, kesediaan untuk berempati memiliki nilai yang sangat tinggi.
 
Pertanyaannya adalah; apakah kita harus selalu 'berada dalam sepatu orang lain' itu? Butuh waktu setengah hari bagi kurir untuk mengirimkan kunci cadangan dari rumah ke hotel itu. Begitu kunci cadangan tiba, saya segera mengambil sepatu dari mobil. Lalu, melepaskan sepatu pinjaman itu. Kemudian mengenakan sepatu saya sendiri. Sama seperti kepribadian. Kita tidak harus mengubah kepribadian untuk bisa menyesuaikan diri dengan orang lain. Karena, kita selalu bisa kembali kepada 'kepribadian kita' yang sudah menjadi zona nyaman itu, kapan saja kita mau.
 
Sungguh, saya merasakan betapa nyamannya kembali menggunakan sepatu sendiri. Seolah saya disadarkan bahwa nikmat mengenakan sepatu sendiri itu sangat jarang untuk disyukuri. Setiap hari kita mengenakan sepatu yang nyaman. Namun, tidak setiap hari kita mensyukurinya. Setiap hari kita menerima berjuta nikmat dalam hidup. Namun tidak setiap hari kita bersungguh-sungguh mengucapkan terimakasih pada yang memberinya.
 
Seandainya Mas Joko sang pemilik sepatu yang saya pinjam itu mencoba memakai sepatu saya juga, mungkin saya bisa mengatakan bahwa dalam proses interaksi dengan orang lain; kita perlu 'saling bertukar sepatu'. Supaya kita bisa saling memahami satu sama lain. Dengan begitu, hubungan yang terbentuk menjadi seimbang.
 
Mari kita perhatikan. Pertengkaran-pertengkaran yang kita alami sering bersumber kepada egoisme. Atau perasaan benar sendiri. Ketika kita bersikeras dengan argumen-argumen kita. Dan pada saat yang sama orang lain juga ngotot dengan pendiriannya mereka. Jurang lebar yang menganga memisahkan kita. Sehingga tidaklah mungkin bagi kita untuk saling berjabat tangan.  Bukti bahwa egoisme dan sikap mau menang sendiri memiliki sifat kontra produktif.
 
Mari kita perhatikan. Kerukunan dan perdamaian yang berhasil kita ciptakan adalah buah dari saling pengertian. Atau rasa hormat kepada pendapat orang lain. Ketika kita berbesar hati untuk memberi tempat kepada argumen orang lain.  Dan pada saat yang sama orang lain juga menghormati pendirian kita. Tiba-tiba saja jarak yang begitu jauh seolah menjadi dekat. Lalu kita berjabat tangan, bahkan bisa sampai berpelukan. Bukti, bahwa empati dan toleransi memiliki sifat produktif.
 
Dunia yang indah, hanya bisa dihasilkan oleh orang-orang yang memiliki sikap dan perilaku yang indah. Karena, orang-orang yang berperilaku buruk tidak mungkin memberikan keindahan. Dunia yang bersih hanya bisa dihasilkan oleh orang-orang yang memiliki hati nurani yang bersih. Sebab, orang-orang yang hati nuraninya kotor, tidak mungkin bisa memberikan kebersihan. Sedangkan kebersihan hati, dan keindahan tingkah laku hanya bisa dimiliki oleh mereka yang bersedia menempatkan dirinya dalam sepatu orang lain. Karena dengan cara itu, kita bisa saling mengerti. Dan saling memahami.  Satu sama lain.
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator  
http://www.dadangkadarusman.com/  
 
Catatan Kaki:
Saling pengertian adalah bentuk lain dari reaksi kimia yang membutuhkan kesetimbangan energi yang dikontribusikan oleh kedua belah pihak.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul "Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Peluang Usaha Kecil di Internet

[gudang-ilmu] Peluang Usaha Kecil di Internet

 

Peluang usaha dengan modal kecil di internet ini, misalnya jualan link, mengikuti program ppc adsensecamp, atau anda bisa juga ikut program afiliasi, dan masih banyak lagi. Mengapa modal usahanya kecil? karena anda cukup beli domain dan hosting dan juga akses ke internet atau bisa juga dari warnet,Lalu cari program afiliasi yang sesuai dengan keinginan anda. Nah, kalau sudah beli domain dan hosting serta mengikuti program bisnis yang ada, maka Anda sudah memulai bisnis atau usaha di internet.
Saya yakin anda pun bisa mendapatkan peluang usaha di internet.

Sumber: http://bisnismodalkecil.net/peluang-usaha-kecil-di-internet

Best Regards
Indra

__._,_.___
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Agar Bisnis Internet Lebih OK, Gunakan Faktor Kali

[gudang-ilmu] Agar Bisnis Internet Lebih OK, Gunakan Faktor Kali

 

Agar Bisnis Internet Lebih OK, Gunakan Faktor Kali

Rekans Gudang Ilmu Yth,

Jika kita mengguakan faktor kali dalam menjalankan bisnis internet maka hasilnya berpotensi untuk jauh lebih sukses. Ini telah saya tulis lengkap beserta contoh jual roti keliling. Silahkan baca selengkapnya

Gunakan Faktor Kali Agar Bisnis Internet Lebih Sukses
http://carasukses.com/gunakan-faktor-kali-agar-bisnis-internet-lebih-sukses

Best Regards
Mufli

__._,_.___
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Cara Promosi Agar Hasilnya Datang Beruntun

[gudang-ilmu] Cara Promosi Agar Hasilnya Datang Beruntun

 

Cara Promosi Agar Hasilnya Datang Beruntun

Rekans Gudang Ilmu Yth,

Baru saja saya posting di blog CaraPromosi.Net tentang Cara Promosi yang hasilnya bisa berkali-kali. Ini adalah tentang cara promosi yang memungkinkan Anda mendapatkan hasil secara beruntun. Yang pasti memang yes kalau kita perlu kerja keras di tahap awalnya, dan percayalah kerja keras Anda bisa berhasil dengan baik.

Intinya:

Yang pertama,
Buat Produk yang bermanfaat, yang ringan saja susai dengan minat Anda, saya punya contohnya buat Anda.

Kedua,
Upload produk Anda di tempat yang memungkinkan Anda mendapatkan uang.

Ketiga,
Promosikan di awal agar produk Anda tersebar untuk pertama kali. Karena produk Anda menarik maka ia akan tersebar dengan sendirinya oleh orang lain, secara otomatis. Saya akan menjelaskannya dengan sangat detail apa yang harus dikerjakan.

Keempat,
Tunggu hasilnya, datang secara beruntun...

Enak kan?

Jika Anda tertarik, silahkan baca artikelnya lebih lengkap disini ya

Cara Promosi Agar Dapat Hasil Beruntun
http://carapromosi.net/cara-promosi-agar-dapat-hasil-beruntun

Best Regards
Mufli

__._,_.___
.

__,_._,___
[gudang-ilmu] Bukan Hanya Sekedar Belajar

[gudang-ilmu] Bukan Hanya Sekedar Belajar

 

Belajar membuat blog memang mudah, tapi kalau sudah tahu caranya jika belum, maka harus belajar dulu tentunya. Belajar membuat blog banyak sekali tempatnya, tapi yang belajar sambil bisnis ini yang jarang ada, oleh karena itu jika anda ingin belajar sambil bisnis cafebisnis solusinya.

Cafebisnis adalah tempat belajar sambil berbisnis, bahkan anda bisa belajar menjadikan blog sebagai sumber penghasilan.
Untuk lebih jelasnya anda bisa melihatnya disini:
====>http://inisaja.net/cafebisnis-solusi-belajar-cara-mendapatkan-uang-lewat-internet

Best Regards
Indra

__._,_.___
.

__,_._,___

Blogger news